PESONA KOTA TUA
Minggu yang lalu, saya bersama keluarga meluangkan waktu untuk mengunjungi Kota tua yang terletak tak jauh dari Stasiun Kota. Teriknya matahari siang dan minimnya pepohonan disana membuat saya ingin sesegera mungkin masuk kedalam beberapa museum yang ada di sana.
Yang pertama, saya mengunjungi museum Fatahillah. Dengan merogoh kocek sebesar Rp.3000,-, maka saya pun dapat mempelajari sejarah dari museum ini. Ketika memasuki ruangan bagian depannya, saya langsung disambut oleh tiang pancung lengkap dengan 2 patung masyarakat indonesia yang lehernya terikat di tiang pancungan dan seorang tentara belanda yang siap dengan sebilah golok. Suatu pembuktian bahwa kekuasaan belanda merupakan penderitaan rakyat Indonesia.
Ruangan demi ruangan pun saya telusuri, banyak sekali barang peninggalan belanda seperti tempat tidur, lemari-lemari yang sangat tinggi, juga ada berbagai macam senjata-senjata tajam yang digunakan bangsa kita dalam memerangi kekejaman Belanda. Dan dilantai bawah terdapat penjara wanita yang langit-langitnya sangat rendah, bisa dibayangkan para tawanan itu harus terus duduk tanpa bisa berdiri bahkan untuk berjalanpun mereka harus menunduk-nunduk. Suasana mistis pun bisa saya rasakan saat berada didekat penjara itu.
Berikutnya, Museum Wayang. Menurut saya bangunan yang satu ini lebih mirip Istana Boneka. Disini banyak dipamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia, baik yang terbuat dari bahan kayu ataupun dari bahan kain. Wah.. ternyata bukan dari dalam negeri saja loh, ternyata ada juga wayang yg berasal dari luar negeri, contohnya dari RRC dan Kamboja. Hingga kini museum wayang telah mengkoleksi lebih dari 4000 wayang.
Lalu bagaimana dengan museum Bank Indonesia? Hmm..pasti museum ini didirikan untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang sejarah berdirinya Bank Indonesia. Wah..saat pertama kali memasuki tempat ini terlihat seperti lobby hotel bintang lima. Ruangannya yang penuh kaca membuatnya tampak modern, bertekhnologi tinggi dan berkelas. Terlihat elegan dengan paduan cat putih yang smakin membuat ruangan ini tampak bersih. Memasuki museum ini tak sebebas seperti memasuki museum lainnya. Lihat saja, sebelum masuk ada Security yang siap dengan alat detector logam, dan tas yang dibawa pun harus dititipkan di tempat penitipan barang, repot juga yaa. Didalamnya terdapat ruang teather, informasi sejarah, patung-patung yang memperlihatkan seperti apa Bank Indonesia tempo dulu,ruang numismatik, pintu baja, kursi koin dan juga koleksi koin. Wah..benar-benar luar biasa. Melihat museum ini membuat saya memiliki harapan semoga museum-museum yang lain pun bisa nyaman, terawat dan tertata rapi, agar menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang semakin hari semakin berkurang saja peminatnya.
Baru mengunjungi 3 tempat bersejarah saja sudah memakan waktu setengah hari. Akhirnya saya pun memutuskan untuk mencicipi jajanan yang beragam pilihannya. Enak juga menikmati kerak telor sambil berangin-angin dibawah pohon besar yang rindang sambil memperhatikan beberapa orang yang hilir mudik dengan mengendarai sepeda ontel dan memakai topi, persis seperti jaman tempo dulu. Cukup dengan Rp. 10.000,- maka kita sudah bisa mengelilingi lapangan luas di depan museum Fatahillah dengan ontel sewaan yang beragam warnanya lengkap dengan topi ala noni belanda.
Tunggu apa lagi, ayo kita tumbuhkan semangat untuk melestarikan kebudayaan dan sejarah yang kita miliki, dengan cara sering mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang penuh akan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
Rabu, Juni 08, 2011
KEBUN RAYA BOGOR
Kali ini, Untuk melengkapi tugas softskill kepariwisataan yang diberikan oleh Dosen, Saya akan berpetualang ke Kebun Raya Bogor yang terdapat di Jantung kota hujan, yaitu Bogor.
Masyarakat awam seperti saya akan merasa bingung ketika memasuki kebun seluas 87 Hektar itu. Lantaran tak paham, saya melihat banyak orang yang hanya berputar-putar saja sambil mencoba mengeksplorasi sendiri bagian-bagian yang mereka anggap menarik.
Padahal, menurut Ibu Ir. Sugiarti (Kepala Seksi Jasa Ilmiah Kebun Raya ) dari sisi koleksi dan kegiatan ilmiahnya, Kebun Raya Bogor tercatat sebagai kebun botani terbaik no.6 se-dunia dan no.1 se-Asia Tenggara.
O ya..mumpung berada dikebun raya, saya menyempatkan diri untuk membaca sejarah tentang berdirinya tempat ini. Dan ternyata dari informasi yang berhasil saya dapatkan, kebun ini didirikan pada tahun 1817 dengan luas areal 87 Hektar atas prakarsa Prof. Dr. Reinwadt, seorang ahli botani dari Jerman. Koleksi di Kebun Raya Bogor terdiri dari tanaman tropis dengan jenis tanaman lebih dari 20.000 tanaman yang tergolong dalam 6.000 spesies. Berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No. 13 Telp. (0251) 311362.
Di sini juga terdapat perpustakaan, museum hewan, koleksi taman Anggrek, Istana Presiden dan pusat riset dan pengembangan biologi, serta ribuan koleksi spesies tanaman tropis yang dikelompokan sesuai dengan jenisnya, misalnya keluarga palem, bamboo, atau jahe yang jumlahnya sekitar 60 jenis dan juga pohon-pohon tua.
Sementara itu, di sekitar Istana Bogor, pengunjung dapat merasakan keteduhan dari deretan pohon Kenari yang rindang, karena memang tadinya, kebun raya merupakan bagian dari halaman istana. Meski sekarang kedua tempat tersebut dipisahkan oleh pagar besi yang tinggi, namun pengunjung masih tetap dapat melihat megahnya Istana Bogor.
Di dekat jalan Astrid terdapat pula tanaman warna hitam, merah dan kuning yang sengaja ditanam untuk mengesankan warna bendera Belgia, sebagai penghormatan terhadap Ratu Astrid yang datang untuk meresmikan bagian taman yang tertunda pada tahun 1928.
Kemudian, tak jauh dari danau ada dua patung yang merupakan duplikat dari patung yang ada di Kopenhagen dan Stokholm, yakni Patung Putri Duyung dan Patung Tangan Tuhan, serta monumen Lady Raffles, istri Gubernur Jenderal Sir Stamford Raffles yang bernama asli Olivia Raffles yang dikenal sebagai Ibu Negara Jawa.
Namun, dibalik semua keindahan itu, tetap saja banyak kekurangan disana sini. Sebagai contoh kecilnya, banyaknya sampah yang bertebaran disekitar tempat sampah yang sudah terlalu penuh. Saya juga jadi bertanya-tanya, apakah sampah-sampah ini tidak dibersihkan dalam 1 hari sehingga terlihat menumpuk? atau mungkin sampai berhari-hari? Belum lagi sampah dedaunan yang berserakan..
Bukan itu saja, keindahan pemandangan pepohonan hijau semakin terganggu dengan adanya pasangan muda mudi yang berpacaran sambil duduk berdua-duaan tanpa memperdulikan orang lain yang merasa terganggu. Dan memang disepanjang jalan yang saya lalui, saya tidak melihat adanya plang larangan berpacaran ataupun petugas yang bisa memperingatkan mereka. Di sini terlihat betapa minimnya penjagaan dari petugas kebun raya bogor.
Kalau boleh usul, maka saya akan menyarankan agar di Kebun Raya Bogor difasilitasi dengan adanya penyewaan sepeda. Mengingat luasnya area perkebunan, maka jika dilalui hanya dengan berjalan kaki sudah pasti banyak area-area yang akan terlewati karena pengunjung sudah merasa terlalu lelah. Namun, dengan adanya penyewaan sepeda, maka pengunjung dapat menikmati seluruh area yang berada di dalam Kebun Raya tanpa harus merasa kelelahan.
Sudah bisa membayangkan apa yang saya ceritakan???
Kalo begitu tunggu apa lagi, bagi teman-teman yang belum mengunjungi Kebun Raya Bogor silahkan luangkan waktu untuk mengunjunginya, karena tempat ini sarat akan pendidikan dan bagus untuk rekreasi. Suasana dan propertinya yang natural menjadikan Kebun Raya ini tempat yang sangat indah dan cocok bagi mereka yang menyukai dunia fhotography.
Rabu, Maret 09, 2011
TAMAN MINI INDONESIA INDAH ( TMII )
Apa yang akan terpikirkan saat kita mendengar tempat yang bernama Taman Mini Indonesia Indah?
Hmm.. sebagian orang melihatnya hanya sebentuk taman yang dihuni oleh berbagai macam mainan anak-anak, padahal didalamnya terdapat begitu banyak pendidikan tentang beragam Kebudayaan Indonesia. Seperti yang kita ketahui Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan kawasan taman wisata bertema Budaya Indonesia, yang terletak di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 250 kilometer persegi ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 propinsi yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, serta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah.
Begitu memasuki gerbang TMII, saya langsung disambut hangat oleh petugas yang bertugas menghitung jumlah wisatawan yang akan masuk. Setelah saya membuka power window mobil, dengan cekatan si petugas menghitung jumlah orang yang ada didalam mobil. Harga tiketnya hanya Rp.10.000,- per-orang dan 15.000,- untuk 1 mobil seukuran sedan atau minibus.
Setelah mendapatkan tiket, saya langsung meluncur menyusuri jalanan beraspal yang diapit oleh berbagai macam tanaman, ditengahnya terdapat miniatur Monas yang tentu saja sangat mirip dengan aslinya. Hmm...karena ini adalah hari minggu, tentu saja keadaan didalam agak sedikit padat. Dan akhirnya saya memutuskan untuk memarkir mobil dan mencoba menaiki kereta gantung dan melihat seperti apa sih TMII secara keseluruhan. Wah...ternyata keindahan arsitekturnya benar-benar luar biasa, pantas jika kita harus berterimakasih pada tangan-tangan kreatif yang memahat karyanya di tanah yang luas ini. Bukan karena rumah-rumah adatnya, namun di tengah TMII ini terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan indonesia, terlihat seperti peta di atlas.
Setelah itu, saya melanjutkan perjalanan menuju rumah-rumah adat dari berbagai macam daerah, lengkap dengan pakaian adat mereka. Tapi sayangnya, di tiap-tiap rumah daerah tersebut tidak menyediakan makanan khas mereka sebagai kuliner daerah yang dibanggakan.
Selain rumah adat, masih banyak lagi tempat-tempat yang wajib dikunjungi, yaitu : Museum, Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Air ku), Aquarium air tawar, Bangunan Keagamaan, Taman-taman, dan berbagai sarana rekreasi.
Begitu lengkapnya sarana dan miniatur berbagai macam simbol kebanggaan dari 26 propinsi ini menjadikan TMII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.
Senin, Januari 17, 2011
In My Spare Time
In this afternoon, I'm in the shopping centre, its called BSM. This place is near from the freeway. I wanted ti refresh my mind after six full days of activities. For me, sunday is the day for my children, i will going wherever they want to. And today they asked for me to accompany them to play in ''Wahana Bermain".
And this is where I'am, in a small cafe, sitting in one corner of the table near the window, watching them play. Cafe is filled with visitors, but fortunately there remained a table for me. Perhaps because of this is sunday, so this game area is filled with people, not only young children but also adults. Some of adults there are only accompanied to play, but there are also some that come into play. They seemed to enjoy the game. There are a war game, toy cars, rollercoaster, kora-kora, pontang panting, the train, and also bianglala. This looks like a miniature of Dufan.
Aroun d the play area that is counter of soft drinks, ice cream, popcorn, and candy. And the other corner, many eating places are also filled by visitors, and i see almost every seat filled.
Ouh..the weather is very hot out there. I saw several people walking hurriedly to the Mall. Its looks very dense traffic, but traffic police can handle it immediately. But still there are a few public transportasion that doesn't comply with traffic sign.
But however, i'm happy to spend my spare time with my lovely children.
And this is where I'am, in a small cafe, sitting in one corner of the table near the window, watching them play. Cafe is filled with visitors, but fortunately there remained a table for me. Perhaps because of this is sunday, so this game area is filled with people, not only young children but also adults. Some of adults there are only accompanied to play, but there are also some that come into play. They seemed to enjoy the game. There are a war game, toy cars, rollercoaster, kora-kora, pontang panting, the train, and also bianglala. This looks like a miniature of Dufan.
Aroun d the play area that is counter of soft drinks, ice cream, popcorn, and candy. And the other corner, many eating places are also filled by visitors, and i see almost every seat filled.
Ouh..the weather is very hot out there. I saw several people walking hurriedly to the Mall. Its looks very dense traffic, but traffic police can handle it immediately. But still there are a few public transportasion that doesn't comply with traffic sign.
But however, i'm happy to spend my spare time with my lovely children.
Sebait Doa
Sebait Doa
Ya Allah... Ya RobbAku bersimpuh dihadapanMU
Mengangkat kedua tanganku
Memohon ampunan dan ridhoMU
Ya Allah...Sang Pemilik Hati
Berikanlah Aku keyakinan yang kuat
Tanpa dipengaruhi kekufuran
Berikanlah rahmat hidayahMU
Agar aku selamat dari siksaMU
Ya Allah..yang Memiliki Hidup
Diriku dalam genggamanMU
Maka peganglah jiwaku
Agar tak berpaling dariMU
Q.S. Luqman 14-15 dan Q.S Al israa 23-24
“ Dan kami perintahkan kepada manusia berbuat baik kepada ibu dan bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah pada-KU dan ibu bapakmu, hanya kepada-KU lah tempat kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang kamu tidak ada pengetahuan tentang itu, janganlah kamu ikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali pada-KU, kemudian hanya pada-KU lah kembalimu, maka akan KUberitakan padamu apa yang telah kamu perbuat.
( Q.S. Luqman 14-15 )
( Q.S. Luqman 14-15 )
“ Maka janganlah kamu katakan kepada keduanya perkataan ‘AH’ dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya serta berdo’alah : Wahai Robb ku, kasihanilah kedua orangtuaku sebagaimana keduanya mengasihi aku diwaktu kecil “.
( Q.S. Al Israa 23-24)
Langganan:
Postingan (Atom)













